Tempias

image

Aku tak mampu menyebutmu, maka aku menulismu sebagai tempias, agar puisi yang kucipta selalu berbias
Kau tahu, Hujan? Kata-kata yang perdu selalu menyatu dengan rindu
Menguar bagai uap kopi di senja yang riwis, karena hanya engkaulah yang mampu kutulis

Iklan

5 respons untuk ‘Tempias

  1. Hnya 1 kata dek. Pngin nangis wkt bca puisi ini. Cinta tau bgaimana mnjd sosok dlm puisi ini. Itu yg Cinta rsakan skr…sdih – retak – hilang sebelah hati – sesak – namun hrs kuat dan trsnyum bak air tnang tnpa trjd apapun. Itu sngat susah utk ka Cinta :'(😭😭😭😭

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s