Apa yang Sanggup Aku Sematkan?

image
Weheartit.com

Apa yang bisa kusematkan pada puisi selain mengajakmu pulang kembali menelusuri seberkas kisah?
Ketika kelabu senja, mereka sendiri tak mengerti bagaimana merangkai cahaya untuk membawamu kesini
Aku melihatmu di perbatasan langit dan bumi, disana ditempat yang bahkan anginpun tak mampu menerka
Jari-jarimu yang manis sibuk merapatkan warna demi selembar kisah yang belum tentu akan engkau tempati
Aku masih mau menunggumu… Di ponselku yang sunyi ini, menanti sederetan luka yang akan kau teduhkan.
Kadang aku rindu bercengkerama denganmu di pagi buta, menyimak kembali bagaimana embun mampu menempel di dedaunan pagi. Mengkisahkan sederet sejarah yang akupun tak mengerti.

Aku rindu bagaimana luka bisa bermakna ganda, antara kenangan dan bahagia… Yang kutahu kau pernah menutup lukamu dengan seribu tetes hujan yang beku namun sejuk. Disanalah semua luka terobati seolah hujan mampu membuat kita lupa diri.

Buku-buku yang sering kita baca, mereka kini tertidur pulas tak terjamah. Tak hanya aku saja yang rindu, namun juga lembar-lembar yang kerap kau tafsirkan sebagai pilu.
Namun kau tahu, dimanapun kau kini, aku akan tetap mendoakanmu…
Sebagai hujan, engkau selalu menyejukkan

Iklan

6 thoughts on “Apa yang Sanggup Aku Sematkan?

  1. Pertanyaanku mulai terjawab, walau itu sedikit, pada postinganmu yang ini, yang kesekian. Tentang apa? Tentang hujan. Ya, di sinilah muasal simbol itu berasal dan mengakar dalan setiap sajakmu.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s