Musim yang Hening

image
Weheartit.com

Seumpama pagi ini engkau lekas pergi,
Aku tetap menunggumu pada musim yang hening
Menulis penantian sebagai alpha,
Dan menyimpan luka sebagai renta

Jangan mengulang kesedihan yang cuma bungkam
Kau tahu sebuah puisi tak akan tegar,
Untuk mengobati seribu kata yang binar
Kata yang mampu mengantarmu ke tempias lautan
Untuk melayarkan seluruh keraguan

Bila pagi ini engkau tak lagi pergi,
Jangan membuka luka yang terlanjur menganga
Seolah puisi mampu membaptis setiap kata
Menjadi rindu yang lelap, dalam kesunyian dan gelap
Aku tak cukup pantas mendamba makna

Aku harap engkau masih berumah pada musim yang hening…
Dimana rinduku, letihku disitu mereka terbaring
Terjaga merekah dunia yang asing
Dan engkau masih menjadi rinai yang bising

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s