Membicarakan Musim

image

Apa yang suka engkau temui di pagi buta,Hujan?
Mungkin bukan lagi titik-titik embun di jendela
Hanya udara dingin yang terasa begitu kering saat menghela luka. Butiran salju yang tengah turun itu terasa mengendap di dada, menjadi sesak seribu sesak mengawali kepenatan. Kadang aku rindu suara musim yang bergeming. Meranggaskan dedaunan dari ranting.
Aku suka menyaksikan pedihmu yang tertumpuk bersama kesepian. Dan angan-angan yang hilang arah bila suatu ketika rindu tak lagi rebah.

Aku tak sanggup mengerti apa yang dihempaskan butiran salju ketika pagi menyentuh kulit yang terasa beku. Kuyakin itu bukan rindu yang sedang mekar. Mungkin saja kumpulan luka yang sudah belukar.

Malam nanti bila rindu masih bernyawa, coba saja kau titipkan suara pada angin, biar lagumu tak cuma didengar musim. Letih yang sering menjamahmu itu semoga lekas bening.
Dan kesepian yang suka membisiki telinga, biar mereka segera lupa.

Aku benci menyalahkan waktu, mereka hanya keadaan yang tak berdosa. Ketika luka tumbuh dan ketika pedih mulai tersentuh. Aku juga tak mampu merubah musim, tanganku bukan tangan penyihir. Bila kemilau dingin itu menyesatkan mata, biarlah ia menyatu rindu, doakan saja agar bertemu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s