Perbincangan dengan Secangkir Kopi

image

Sudah lebih dari tiga bulan, engkau tengah menabung rindu di kepalamu, pelan tapi pasti mereka menjadi milyaran rasa yang duka, melayang pada nirwana. Rindu tengah merangkulmu jauh ke dalam lubuk gelap. Ia menguasai tubuhmu yang telah penat. Dan alur membawamu terhempas ke ruang dimana rindu dan hampa adalah pasangan paling setia.

Sejenak duduklah, di senja yang biasa hujan dan langit bicarakan. Ketika resah,gelisah dan lelah menyatu biru, menggantikan warna yang membias mega. Wajahmu yang lelah tercetak diantara horizon tak bertepi. Seolah menanti hanya langkah yang tak akan terhenti.

Tak harus memulai dari awal, perbincanganmu dengan secangkir kopi yang tak mampu kau sesap, ketika pekat rindu menyergap ada bisikan-bisikan melengking panjang, memintamu berhenti namun engkau kembali, menyudahi penantian namun engkau bertahan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s