Lentera Abadi

image
Weheartit.com

Kau terlahir sebagai matahari
Atau oase di tengah gurun, entah…
Jiwamu adalah jerih yang suka kudekap
Ketika gelap mendekat dan dingin menyergap

Jemarimu lihai menata hidup
Berbias lebih cerah dari lentera
Resah, gelisah…
Menjadi para pengunjung fana
Namun tetap abadi sebagai filologi

Lalu sunyi…
Kau jadi tempat harapanku bersandar
Dan mimpiku, mereka serbuk yang berpendar
Kau merapatkan jarak yang sukar

Aku ingin berhenti, cukup di delapan belas
Disini kasih masih berbekas
Dan tubuhku menjadi ruang yang bebas
Tapak yang berkilau, namun bukan risau…

Bukan untuk mati atau menjadi sunyi
Aku ingin tetap ramai seperti pelangi
Penuh oleh luapan warna,
Sebagai guratan pena

Aku ingin tetap bersamamu
Menanti pagi, membicarakan sepi
Dan juga senja, menyeduh cerita bersama
Menempati gelap lalu mengunjungi lelap

Advertisements

4 thoughts on “Lentera Abadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s