Retak

image
Weheartit.com

Apa kabar rintikmu, Hujan…
Bising yang menguasai malam
Sembari meninggalkan bekas keteduhan
Masihkah rindu bersemayam disana?

Dulu, kita sama-sama datang untuk kehilangan
Kau menyebutnya luka
Perih, namun janggal saat dilupa
Aku menyebutnya retak
Pedih yang menyoal jarak

Tak apa,
Selalu kutitipkan rinduku pada kemilau senja
Meski tak berbias setidaknya bukan cuma kias

Ketika bibir tak mampu mengucap
Kutulis rindu sebagai puisi
Kata yang lelah untuk memanggil
Dan diam seolah menggigil

Tak apa,
Setidaknya sajak bukan cuma lagu patah hati
Yang ditulis di sela mimpi
Sebab rindu yang tak kau rengkuh
Akan selalu menjadi puisi utuh
Dan jiwa,
Hanya keangkuhan yang mencoba lupa
Bagaimana kehilangan menjadi retak
Dan rindu seolah menjarak

Iklan

6 thoughts on “Retak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s