Kau dan Aku

image
Weheartit.com

Apakah bahasa ikut padam?
Ketika mata kita mulai pejam
Dan setiap kesepian berguguran
Mengungsi di balik jeruji sepi

Kau dan aku,
Kita lahir sebagai nubuwat
Setiap bait kita menunjuki mimpi
Ketika jemari tak mampu berkutik
Dan langkah berhenti pada titik.

Kau dan aku,
Kita masih berdiri setelah runtuh
Hinggap di malam-malam yang utuh
Dan serpihan kita, masih mengalir di tubuhku,
Menempati pembuluh dan nadiku
Entah sebagai darah atau sebagai resah

Sekali lagi, kau dan aku
Kita tidak lahir untuk sejarah
Yang terkubur bagi penziarah
Dan gelombang rindu, mereka masih berdesir
Bersatu menyerupai pasir

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s