Meringkas Jarak

image

Pukul 01:00 malam di kotamu…

Engkau tertidur pulas melupakan bahagiamu yang lepas
Mendengarkan mimpi dan mencari ruang untuk kembali, mungkin itu sunyi yang suka menepi membalut tubuhmu dengan rapi, aku tak tahu, dan aku lelah mencari tahu. Semalam engkau datang mengusik di gelap yang pengap, memasuki malam dengan langkah penuh harapan, entah itu bayangan atau tubuhmu yang mencoba datang…

Engkau menyembunyikan luka di balik tubuhmu yang lelap, aku tahu, sederetan kata itu menggoresmu dengan sakit, mungkin terlalu sibuk menggapaimu untuk sesekali menyinggahimu.

Memang tak salah bila engkau datang di tidurku semalam, sebab engkau masih menjadi doa yang aku lantunkan ketika hujan. Ketika ia menggerimisiku dengan rindu, ketika derasnya cuma bisa mewarnai kota dengan lembab, dengan keramaian yang senyap.

Bila saja aku mampu meringkas jarak, merangkum waktu agar tak terlampau jauh untuk disentuh, dan bila kita hanya sebatas dedaunan yang lepas dari pepohonan, mungkin aku akan mendatangimu setiap malam. Mengisi senyapmu dengan denting yang suka kau luapkan bersama kenangan.

Bila saja aku mampu menggapaimu dengan jemariku, sebab aku selalu menjadi perangkai kata yang dibalut rindu…

Advertisements

3 thoughts on “Meringkas Jarak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s