Kepada Hujan yang Singgah di Beranda

image
Weheartit.com

Dulu, sepasang matamu membias di waktu subuh
Membangunkanku di beranda tua, ketika petang masih diam
Hingga waktu tergelincir, terjebak udara sunyi
Terlalu dalam, sekarang asing untuk dibicarakan
Luka yang semakin tumbuh, bertambah utuh
Semakin perih, semakin berdarah

Rintikmu yang suka singgah
Mendinginkan tubuh yang lemah,
Sekarang karam, tidur di dasar lautan
Entah menunggu gelombang,
Atau menanti perih larut bersama garam

Kepada hujan yang singgah di beranda
Kembalilah, menepi bersama doa
Atau berlayarlah, kembali memantulkan cahaya
Agar bias menjadi pelangi dan luka menjauh pergi
Kembalilah melukis mimpi-mimpi
Kembalilah mengusir petang sebelum pagi
Datang, mengantarkan ribuan puisi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s