Suatu Ketika

image
Weheartit.com

Suatu ketika,
Maaf bila kata-kata ini hanya sebuah luka
Jika bahasa yang padam ini semakin mencekam
Lalu memasuki hari-harimu, tanpa sengaja
Meninggalkan jejak, karena ia tak sengaja berpijak

Bila bahasa yang ranggas dari maknanya ini
Hanya buaian yang perdu, cuma resah yang melagu bisu
Lalu hanya menuai perih di ruas-ruas senja yang letih
Maaf bila puisipun tak sanggup menemani rindu
Berkelana dimana hujan hanya suara yang menabuh senja,
Tanpa irama, bergeming duka

Suatu ketika,
Mungkin puisi ini tak lagi ada
Tak lagi berpijar sekuat dahaga
Yang berlari mencari air, dimana hausnya mengalir
Tak lagi seresah ketika gerimis bertukar perih
Dengan awan, dengan mendung yang bukan hitam
Yang bukan melingkar pada petang

Suatu ketika,
Mungkin memang seluruh kegundahan
Haruslah berakhir…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s