Masih Menyoal Jarak

image
Weheartit.com

Ini sudah kesekian pagi buta yang kita lewati tanpa percakapan, aku rindu berbincang denganmu tentang hujan, tentang cuaca disana. Tanganmu yang dingin menyelimuti tubuhmu agar tak terlampau beku. Ingin sesekali aku mengusikmu, memasuki tidurmu yang lelap, berbicara soal jarak yang semakin jauh.
Aku masih dengan puisi, berusaha menggerimisimu dengan kata-kata yang perdu. Engkau tahu, tidak ada yang lebih indah dari tutur bahasa yang berguguran bersama luka-luka yang bersembunyi di dalam dada.
Aku ingin sekali menukar mereka dengan beberapa senja, mungkin senja yang mampu kita lewati dengan menyeduh bercangkir-cangkir rindu yang digenapi pertemuan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s