Sederhana

image
Weheartit.com

Namaku Linda dan aku suka menatap bintang. Ada kehidupan yang mampu aku terka dalam kegelapan. Aku Kerap kali mendatangi malam ketika disana tidak ada gemercik hujan, dan langit yang muram karena mendung. Bukan berarti aku tak suka hujan, hujan tetap menjadi bagian terpenting dalam larik-larik puisiku. Karena disanalah luka-lukaku luntur terbawa oleh rintiknya yang mengalir hingga bermuara menjadi hening, dingin namun tetap sejuk ketika bertemu pagi. Disanalah ribuan bahkan milyaran kata mampu keluar ikut merayakan tetes-tetesnya yang jatuh. Aku percaya cinta tak butuh suara. Cukup satu orang yang mampu menjagamu dalam doa. Itu lebih berguna.

Jenuh, terkadang itulah satu-satunya keadaan yang berkuasa penuh. Aku begitu menikmati sunyi yang datang menghampiri. Disana aku menidurkan letih-letihku,jenuh-jenuhku. Aku tak butuh ruang lebih untuk berpura-pura bahagia karena disanalah aku menjadi ada.

Aku selalu ingin terlahir sebagai penyair, mampu menulis kata tanpa cacat. Namun kadang yang aku tulis cuma luka-luka yang berkarat. Berlebihan,mungkin, dan selebihnya kosong. Tak ada makna yang mampu kau temukan karena sebenarnya itu cuma khayalan.

Aku percaya pada mimpi, aku mengejarnya hingga terlampau jauh. Dalam mimpi aku menemukan kata-kata yang menguar kembali ke udara lalu tertulis sebagai bahagia. Aku percaya mereka semua akan menjadi nyata. Hanya lepaskan, biarkan mereka ada untuk menggenapi bahagia.

Dan aku masih suka menatap bintang, mengharapkannya untuk jatuh setiap kali malam menyelimuti kota. Aku percaya aku tak lagi sendiri sebab mereka datang untuk menyinggahi.

Dan aku percaya suatu ketika aku akan menjadi psikolog

Iklan

12 thoughts on “Sederhana

  1. Namaku Rei. Aku selalu kagum pada orang yang tahu bagaimana caranya bermimpi. Karena bagiku mimpi bukan sesuatu yang sederhana. Mimpi diramu dari sejumput harapan dengan takaran yang tepat. Harus tepat. Terlalu banyak harapan akan membuat mimpi menjadi luka. Terlalu sedikit? Entahlah…aku belum pernah mencoba. Belum pernah bisa mencoba membuat mimpi dengan harapan yang sedikit.

    Namaku Rei. Aku selalu kagum pada orang yang tahu bagaimana caranya bermimpi. Orang yang tahu bagaimana meramu mimpi dengan takaran tepat sehingga tidak menyakiti.

    Namaku Rei. Aku tidak tahu bagaimana bermimpi tanpa berakhir menyakiti diri sendiri.

    Disukai oleh 2 orang

  2. Namaku winaz, aku bermimpi untuk bertahan dikehidupan,
    terkadang, mimpi orang lain pun seakan menjadi mimpiku, apesnya, kesakitan orang lain pun dengan mudahnya merasuk jadi lukaku *ini apa??

    #semoga mimpinya dalam takaran yang pas, tak ada rasa sakit dan segera terwujud.

    Disukai oleh 1 orang

  3. Namaku Tika, aku senang memndang langit biru di pagi hari dan langit jingga di sore hari.
    Namaku Tika, gemericik hujan bagiku seperti lantunan nada yang mendamaikan hati lara.
    Namaku Tika, salam kenal Linda.
    Kita sama-sama suka memandang langit dan menikmati hujan ^^

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s