Diam

image
Weheartit.com

Denting-denting piano ini tiba-tiba diam, untukku yang tak pandai menulis rindu di kertas, yang tak pantas menulis ketabahan di dada, katamu selalu.

Cuma aku yang berharap gerimis semakin keras tiap malam, menutupi tangis yang mendera. Yang ingin menghadirkan hujan di kotamu setiap pagi. Agar kau tak pergi lagi. Hanya berdiam diri di rumah, tak mampu kemana saja. Karena begitulah kesedihanku bisa reda.

Biarlah rindu-rindu ini menderas menjadi hujan, yang ku mau engkau selalu ada. Engkau tak perlu keluar rumah, cukup aku saja yang menghuni rindu di dada. Cukup aku yang tabah menunggumu hingga renta.

Cukup aku saja…

Advertisements

5 thoughts on “Diam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s