Maladaptive Daydreaming

Namaku Linda, dan aku pengidap maladaptive daydreaming. Aku punya kebiasaan aneh sejak kecil. Menghayal yang berlebihan, berfantasi dengan duniaku sendiri. Kadang bila kenyataan di duniaku tidak sesuai dengan harapan, akan selalu berakhir dengan khayalan. Aku merasa hidup dalam khayalanku, merasa menjadi diriku sendiri. Bahkan ketika aku membaca novel, mendengarkan musik, menonton film. Aku ikut menyeret hal-hal yang aku alami ke dalam fantasiku.

Aku bisa menghabiskan waktu seharian hanya untuk berkhayal, bahkan di dalam khayalanku segala sesuatu memiliki alur. Dan semua terasa nyata. Aku kesepian, itulah salah satu penyebabnya. Aku tidak punya ibu yang menyayangiku. Ataupun keluarga yang bisa aku jadikan tempat berbagi segala keluh kesahku. Aku hanya punya diriku sendiri.

Hal-hal yang aku lamunan selalu tentang sesuatu yang sempurna. Keluarga yang bahagia, kehidupan yang mewah, orang-orang yang selalu peduli. Dan hal-hal lain yang terasa bahagia.

Sekarang, aku masih pengidap maladaptive daydreaming. Dan anehnya lagi aku bercita-cita menjadi psikolog sejak kecil. Tidak tahu harus bagaimana tapi selalu berniat untuk sembuh.

Iklan

46 thoughts on “Maladaptive Daydreaming

  1. Linda ngga pernah sendirian.. Akan selalu ada teman untuk kamu, yg selalu menanti kehadiranmu Lindaa.. Dan saya termasuk satu orang diantara mereka itu..

    Itu bukan penyakit menurutku, tapi satu kelebihan, dimana kamu memiliki imajinasi lebiih, bisa banget kamu tuangin jadi suatu karya, atau sekedar kamu bagi lewat tulisan sederhana, dan itu justru menjadi menarik untuk orang lain πŸ˜€

    Ngga ada yang mustahiil, mana tau lewat proses memahami dan menerima dirimu, kamu bakal jadi psikolog hebat yang lebih mengerti kaan, semangaat Linda! ☺

    Disukai oleh 1 orang

  2. Lindaa. Kamu ga sendirian Linda, aku juga begitu kok, aku suka membuat alur cerita dikepalaku, bahkan karakter, dsbnya tapi sayang aku belum mampu menuangkannya ke cerpen, semoga kelebihanmu disitu!

    Kalau suka membaca, ada banyak pdf buku psikologi yang bs km download, kalau suka membaca komik, ada komik psikologi keren Dr.Frost! 🌻🌻🌻

    Disukai oleh 3 orang

  3. Dulu aku begini, dulu sekali tapi.

    Sebelum bidadari jahat memutuskan untuk menikah dgn manusia lain selain diriku, tentunya manusia yg benar bahagia dgn kenyataan. Bukan manusia yg absurd dalam dunia imajinasi sprti aku yg dulu.

    Krna moment itu, skrg aku tkut utk menghayal. Bermimpi pun aku kadang takut jika mimpi itu adalah indah, pasti hanya ak pendam enggan dikeluarkan.

    Maladaptive daydreaming jika dibiarkan bisa menjadi bipolar akut lin, segera bebaskan itu dr kepalamu, seenggaknya km ga sendiri dlm kenyataan yg mungkin pahit..

    Disukai oleh 1 orang

  4. Hai Linda, the same thing as mine. Aku juga kaya km gt. suka ngayal..suka bikin cerita dgn alur n tokoh2 didalam benakku. sebenernya pengen bgt tokoh2 n alur yg muncul di benakku it ak tulis jadi cerpen ato mngkin nvl, tapi sayangnya ak blm bs,hihihi dan baru tau kalau kecenderungan ngayal model gt disebut maladaptive daydreaming,hihihi

    Salam, Linda. you’re NOT alone..:)

    Disukai oleh 1 orang

  5. Linda sayang, ga pernah ada yang benar-benar sndirian di dunia. Seandainya pun suatu saat Linda mrsa bnr2 sndirian, Linda msh punya Tuhan tmpat mncurahkan sgla resah dan gundah.
    Dan di blog Linda, Cinta liat bnyak cinta, kasih, dan sayang untuk Linda. Cinta juga suka tulisan Linda yg jujur, dan pst akan lebih keren lg kl cita2 jd psikologi-nya kesampaian. Ayooo Linda semangaattt! Smga cita2 nya tercapai aamiin 😊

    Disukai oleh 1 orang

  6. Bertahun-tahun lalu, saya juga seperti ini, berfantasi.. membayangkan seolah2 kita mempunyai jalan cerita sendiri, seperti apa yang kita mau, kadang saya sampai ketawa2 sendiri, bahkan sampai nangis-nangis karena fantasi saya sendiri, kadang saya ngerasa jadi orang gila… dan ketika keluar jadi fantasi itu, rasanya sepi sekali, karena kehidupan saya tidak seindah dalam pikiran..

    Tapi pada satu titik saya pikir saya harus keluar dari fantasi itu, saya harus keluar dan memuwujudkan apa yang yang selalu saya fantasikan, yaaa minimal mendekatilah.. haha karena hidup tidak seindah fantasi memang, akhirnya saya memilih untuk aktif kegiatan kemahasiswaan, di situ saya fantasi2 saya berkurang, karena kesibukan kuliah dan kegiatan.. Dan skrng, fantasi itu udah mulai berkurang, wlwpun sebetulnya tidak hilang..

    Ini cuma share aja sih, memang tidak mudah untuk keluar dari keadaan itu, apalagi kamu ngerasa kesepian, saya gtw apa kamu punya temen bicara atau gak.. tapi kalau punya, ketika kamu mulai berfantasi, ajak ngombrol aja temen kamu, itu cukup efektif untuk keluar dari fantasi itu…

    Disukai oleh 1 orang

      • sebaiknya jangan anggap itu sebuah penyakit, tapi anggap itu bagian dari kamu, terima itu, dan bagian itu pengen kamu ubah, karena menurut saya, kunci untuk berubah adalah terima diri kamu sendiri yang sekarang, lalu lakukan perubahan.. itu yang aku pikirkan waktu mencoba kegiatan mahasiswa.. aku tau aku suka menghayal, tapi kalau cuma menghayal, hayalan itu gakan terwujud.. kenali diri kamu.. lakukan apa kamu suka, lalu berubah,,

        Semoga berhasil..

        Disukai oleh 1 orang

  7. Kak anehnya namaku juga Linda. Aku juga curiga kalo aku mengidap Maladaptive daydreaming. Penyebabnya karena aku pendiam trus susah menyesuaikan diri dulu pas tk ada temenku yang benci sama aku (nggak tau kenapa) trus dia nggak bolehin semua anak main sama aku. Dulu aku sering telat dijemput, jadi lama juga diam disekolah lama juga sendirian dulu sih aku bosan tapi kayanya kesendirian itu kebawa sampe besar sampe aku punya temen. Aku bahkan sayang sama imajinasiku nggak mau ngelupain udah janji malah. Dulu ortu jarang main sama aku karena dua duanya sibuk kerja kokoku lebih seneng baca buku. Aku jarang keluar karena nggak boleh. Percakapan paling pas pulang atau lagi belajar. Makanya dari kecil imajinasiku tinggi dan selalu sama karena aku nggak pernah ngelupain sampe sekarang imajinasiku udah luas banget dan aku nggak pernah ngelupain semua imajinasiku ceritaku selalu ibarat cerita serial bukan oneshot. Tapi imajinasiku ini udah bikin aku nggak kesepian yang ngerti aku yang ngasih aku ide yang ngasih tau cara berkenalan yang bikin percaya diri pokoknya yang udah ngajarin banyak hal. Dan yang paling penting yang udah membentuk karakterku yang sekarang sebagai anak tomboy yang mirip (banget) kaya cowo #abaikan. Aku malah jadi sayang sama mereka aku dapet banyak bakat juga karena mereka. Ortu sendiri nggak pernah ngebentuk karakterku sedemikian rupa sampe aku bisa punya karakter yang beda dari semua keluargaku. Aku udah janji nggak mau ngelupain mereka (karena pernah hampir lupa tapi pas itu aku malah jadi kacau) mereka juga yang udah buat aku jadi lebih dewasa. Sorry yah kak malah curhat (mumpung sesama Linda nih)

    Disukai oleh 1 orang

    • Iya Linda, sejauh aku belajar Psikologi, maladaptive itu masih wajar selama ngga melukai diri sendiri atau masih tetep bisa bersosialisasi di kehidupan normalnya. Kalau terapi buat mengurangi maladaptive itu biasanya kita dibiasakan bersosialisasi lebih sering untuk mengurangi kebiasaan melamun.
      Maladaptive bukan kelainan yang buruk kok. Kalau kamu tahu Dewi Lestari penulis bestseller Indonesia, dulu waktu saya ikut talkshownya dia cerita kalau semasa kecil juga sering berkhayal berlebihan seperti itu.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s