Pulang

image
Weheartit.com

Jika ada rindu yang ingin berpulang namun kewajiban masih menahan.
Tolong bisikan padanya engkau masih kuat menunggu.
Katakan bila kepergian bukan penghambat untuk bertemu.
Sebab pergi membuatnya lebih mahir berpuisi.

Nanti aku pasti pulang sayang.

Iklan

Membicarakan Kesedihan.

image
Weheartit.com

Akhir-akhir ini aku sering mengupas kesedihanku sendiri. Menguliti luka-luka yang pantasnya ingin kumaki. Dan sembilu yang selalu ingin kubawa berlalu.
Aku kehilanganmu. Mimpi yang kubangun sebelum sulur melingkari pohon. Harapan merupa daun ranggas yang tak lagi bertunas. Lantas kesedihanku tak bisa dibayar lunas dengan kesabaran.
Kesabaran selalu berbatas.

Menunggu di kerumitan. Seperti menunggu doa yang tak segera berbalas. Doa-doa telah aku titipkan. Pada angin, gerimis, malam, siang dan masih banyak lagi waktu yang kupanjatkan. Namun Tuhan, kadang Dia tak seperti harapan. Ada juga perjuangan yang harus berakhir begitu menyedihkan.

Tentang Kepergian

Beberapa hari yang lalu seorang teman berpamitan ke saya, ia bilang mau pindahan ke Malang karena kuliah kesana. Dan hari ini sahabat saya, yang kemana saja selalu barengan juga ikut pamitan, mau ke Jogja katanya. Tidak tahu pulangnya kapan. Tapi kami tetep janjian untuk ketemuan meski kuliah di kota yang sama-sama jauh. Kepergian mereka membuat saya pengen jadi anak SMA lagi.

Sedangkan saya di rumah masih disibukkan menanam ini itu, pengen beli bunga ini itu. Memang dari awal ingin sekali punya kebun bunga sendiri di rumah. Gara-gara sering buka-buka foto di Tumblr, Weheartit, sama Pinterest. Korban pengen.

Kemarin juga banyak yang cerita ada yang sudah ketemu teman baru, cerita tentang kuliah disana, tempat yang nyaman, dan masih banyak hal lain yang menyenangkan. Bukan iri sebenarnya, tapi melihat mereka semua sudah melangkah ke depan, rasanya saya malah pengen berlari ke belakang. Seperti masih ada kenangan yang tertinggal atau karena belum pengen jadi anak kuliahan.

Tapi apa daya, beberapa hari lagi ospek akan dimulai. Yang menakutkan bukan itu. Tapi saya takut, ngga punya temen lah, takut ngga bisa ngerjain tugas lah, inilah itulah. Ada banyak yang tidak bisa dijelaskan. Beberapa senior memang bilang kalau mahasiswa baru biasanya seperti itu. Tapi takut itu manusiawi. Ngga perku Anxiety Disorder atau hal lain yang membuat saya tidak bisa melangkah ke depan.
Ketika yang lain bisa, kenapa saya tidak. Pepatah bilang itu. Tapi untuk memastikan saya bisa atau tidak. Belum tau.

Rindu Kemarau

image
Weheartit.com

Kemarau, disini ada rindu yang ingin berpulang namun tak tahu hendak kemana. Dua tahun lalu, ia pernah bertamu bersama metaforanya.
Cahayanya semburat langit yang riuh oleh awan. Dan angin melesat memecah sunyi yang sedang gelisah.
Sepotong Kue Kuning dari Dee lestari telah menghangatkan tubuhnya barangkali.
Udara malam disini sudah sedingin salju di Prancis musim dingin tahun lalu. Dan aku tahu, engkau masih ingin disitu.

Musim Menutup Usia

image
Weheartit.com

Musim hampir menutup usia dan aku masih ingin menengok kebelakang memastikan tak ada ingatan tentangmu yang tertinggal. Musim hujan akan datang lagi, batinku. Tetapi musim inilah kita berpisah dan meninggalkan banyak memori. Musim yang menginspirasiku untuk menulis sebaris puisi sebelum pejam tentang rindu paling sekarat. Yang kututupi dengan rinai hujan paling tegar.

Tak ada yang tersisa darimu kecuali lagu Lemon tree dari Fools Garden. Lagu yang cocok didengar saat minum Coca-Cola ,katamu. Yang kusebut jeruk nipis dari Prancis. Dan meskipun aku tak pernah suka dengan soda tetap kupaksakan tiap teguknya untuk masuk tenggorokkan. Dan begitulah cinta yang seharusnya ada sedikit pengorbanan untuk kuabadikan.

Tak ada yang berkamuflase menjadi gadis bungamu,bukan. Sebab aku paling suka menjadi bunga sekalipun mekarku tak seindah yang lainnya. Sekalipun aku bukan satu-satunya yang tumbuh di kebunmu. Kau tahu, mekar yang indah belum tentu tak berduri, dan mekar yang buruk tak selalu melukai.

Bicara soal lagumu, aku jadi ingat malam-malam penuh rindu dan kau memintaku membeli Coca-Cola untuk menghibur diriku sendiri. Tak masuk akal memang tapi tetap kulakukan saja usul manismu itu. Dan aku kulakukan dengan suka hati.

Sekarang biarkanlah musim membuka halamannya yang baru. Engkau masih boleh menengok kebelakang untuk memastikan bunga-bungamu tak tertinggal. Atau ingatan-ingatan tentangku yang telah lama kau cairkan bersama salju. Kau masih boleh.

Serasi

image
Weheartit.com

Apakah ini musim yang menghianati takdir. Di kotaku masih kau tiupkan awan mendung yang akan turun tengah malam. Hujan dan kenangan tentangmu selalu melintas begitu saja. Mereka adalah dua pasangan serasi yang menadahi tempias hujan. Dan tanganku bukan ketabahan yang mampu memayunginya.

Setelah Masalah Berakhir

Malam setelah semua masalah berakhir akhirnya saya bisa tidur nyenyak. Lelap tanpa perlu menangis malam-malam.
Beberapa hari tidak bisa tidur. Lelah berpikir tentang kehidupan yang semestinya tidak datang.
Kehidupan selalu melibatkan kerumitan di dalamnya. Cukup lama juga berdiskusi dengan keadaan sampai akhirnya mencapai hasil akhir yang mungkin sedikit tidak pantas saya terima.
Tapi ya sudahlah, apapun yang terjadi tetap harus diterima. Menjadi diri sendiri adalah pilihan terbaik. Jalani saja.

Benar apa yang dia bilang, ketika semua telah tertulis mengapa harus ada tangis. Jika telah menemukan yang baik disini kenapa harus pergi jauh, tak ada yang menjamin kebaikan di jauh sana.