Cermin

image
Weheartit.com

Tak tega bila harus kubuang puisimu yang telah lama bersemayam di laci. Meski telah berbulan-bulan lalu aku melupakanmu. Bintang yang singgah pun tak lagi mengingatkan tentang cuaca di kota,

Tak ada musim untuk kepulanganmu.

Suatu pagi aku bercermin dan perangaiku tak serupawan perempuan di sekelilingmu. Tak sebaik malaikat yang selalu dekat. Tak sesempurna lautan yang meluas biru,

Cermin selalu jujur pada pantulannya.

Namun tolong ingatkan aku bila tak pantas bersaing dengan malam yang gelap namun bercahaya. Jika aku tak sebanding siang yang tiap saat terang. Nasehati aku dengan puisi. Sekalipun itu hanya terlintas di hati.

Aku cukup tau.

Advertisements

11 thoughts on “Cermin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s