Menanti Cuaca

image
Weheartit.com

Kapan kau berkunjung lagi, menanti ubahnya cuaca
Lelap di mimpiku seperti gelap menantikan pagi
Musim disini adalah laju cuaca yang lambat tak menentu
Dingin yang tiba-tiba mendekap erat tak mampu ditepis
Namun aku tak perlu tangis,

Disana kau bilang musim hening seperti biasa
Dingin menutup luka sekaligus membuka cerita
Wajah yang kutemui malam-malam bersimbah air mata
Aku hanya jauh dari rindu yang telah kupunguti satu-satu
Jauh dari kenangan yang lepas kugenggam

Tak perlu menanti cuaca, kau bilang
Cuacamu selalu hati yang berbalut rindu, kekasih
Pada angin yang mengantar udara ke kota, telah kau tiupkan ribuan doa.
Hanya perihal jarak selalu menahan dan kaki selalu bertahan.

Tak perlu datang, kubilang
Cukup lepaskan ke udara, biar kupunguti rindu satu-satu
Sekalipun aku jauh dari hadirmu,
Jauh dari kenangan yang lepas kugenggam

Advertisements

11 thoughts on “Menanti Cuaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s