Musim Menutup Usia

image
Weheartit.com

Musim hampir menutup usia dan aku masih ingin menengok kebelakang memastikan tak ada ingatan tentangmu yang tertinggal. Musim hujan akan datang lagi, batinku. Tetapi musim inilah kita berpisah dan meninggalkan banyak memori. Musim yang menginspirasiku untuk menulis sebaris puisi sebelum pejam tentang rindu paling sekarat. Yang kututupi dengan rinai hujan paling tegar.

Tak ada yang tersisa darimu kecuali lagu Lemon tree dari Fools Garden. Lagu yang cocok didengar saat minum Coca-Cola ,katamu. Yang kusebut jeruk nipis dari Prancis. Dan meskipun aku tak pernah suka dengan soda tetap kupaksakan tiap teguknya untuk masuk tenggorokkan. Dan begitulah cinta yang seharusnya ada sedikit pengorbanan untuk kuabadikan.

Tak ada yang berkamuflase menjadi gadis bungamu,bukan. Sebab aku paling suka menjadi bunga sekalipun mekarku tak seindah yang lainnya. Sekalipun aku bukan satu-satunya yang tumbuh di kebunmu. Kau tahu, mekar yang indah belum tentu tak berduri, dan mekar yang buruk tak selalu melukai.

Bicara soal lagumu, aku jadi ingat malam-malam penuh rindu dan kau memintaku membeli Coca-Cola untuk menghibur diriku sendiri. Tak masuk akal memang tapi tetap kulakukan saja usul manismu itu. Dan aku kulakukan dengan suka hati.

Sekarang biarkanlah musim membuka halamannya yang baru. Engkau masih boleh menengok kebelakang untuk memastikan bunga-bungamu tak tertinggal. Atau ingatan-ingatan tentangku yang telah lama kau cairkan bersama salju. Kau masih boleh.

Advertisements

19 thoughts on “Musim Menutup Usia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s