Ribuan Titik Di Langit

“Aku sudah tidak mencintaimu saat ini, aku jatuh cinta pada orang lain sekarang. Tapi dengan bodohnya aku masih mengirim puisi, tak absen bercerita tentangmu kepada semua orang, tahu kenapa?”

Dari kejauhan samar-samar masih terlihat bintang di ufuk barat yang tak pernah jatuh. Suara kendaraan di luar memecah keheningan. Ia masih duduk di dekat jendela menulis puisi untuk dirinya sendiri. Ribuan titik di langit mulai memadam karena mendung. Suara musik menyerupa soundtrack sebuah film berdurasi panjang yang disingkat tiga menit. Film yang berkisah tentang dia dan ribuan titik di langit yang tak lupa bercahaya ketika gelap. Musik ini mengajak semua orang untuk kembali mengulang ingatan. Bukan. Bukan karena tak mampu melangkah ke depan. Sebuah kenangan biasanya harus diputar ulang untuk melihat sejauh mana perjalanan telah dilakukan. Sejauh mana sebuah kisah telah berlalu indah.

Do you ever wonder if the stars shine out for you…

Lirik lagu terdengar lirih. Ia kehilangan kendali, air mata perlahan turun. Jatuh entah sebagai rindu atau kekecewaan. Pernahkah kau berpikir jika bintang-bintang bercahaya untukmu? Untuk setiap hati yang luka.

“Aku mungkin tak akan bertemu denganmu lagi, tapi biarkan kita tetap merasa dekat saat duduk di bawah langit malam menyaksikan ribuan titik. Bukankan kau bilang jika bintang-bintang akan membawa kita pulang?
Aku masih berharap kau juga sedang mencintaiku saat ini, di setiap puisimu ada aku yang selalu ditulis manis. Kisah-kisah yang kau rangkai mengukir namaku sebagai tokoh. Dan aku berharap kita hanya selekang spasi antar huruf, bukan ratusan kilometer.”

Lagu tentangmu telah diputar habis. Tidak. Perempuan itu hanya butuh jeda untuk mengusap air mata. Luka-luka beserta kenangan telah ia kemasi untuk kembali disimpan rapi, agar esok hari segala tentangmu masih ada dan kembali ia ingat. Kau tahu segala yang kau bawa pergi. Mimpimu, harapanmu telah luruh berbaur dengan suara kendaraan di luar. Seperti tak ada apapun diantara hiruk-pikuk kehidupanmu dan dia. Tapi untuknya semua tentangmu adalah langit. Cahayamu berasal dari titik yang berderet indah. Engkau tak terabaikan meski cuma semenit dari ingatan.
.
.
.
.
Selamat tanggal tiga, selamat membaca….
Karena setiap rindu harus ditulis….

Iklan

12 thoughts on “Ribuan Titik Di Langit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s