Kepingan Kolase

image

Aku mencari diriku sendiri beberapa tahun ini. Kepingan kolase yang hilang padahal mampu menggenapkan. Setiap ada jeda tiap keping dariku mencari kepingan yang lain. Namun tak ada yang berhasil menemukannya. Waktu membawanya terbungkus oleh sejarah. Kenangan-kenangan dalam buku catatan, surat dan beberapa penggal puisi yang belum terselesaikan.

Kolaseku hampir terbentuk sempurna. Satu keping yang tanggal mampu memulihkan semua. Namun hilangnya satu membuat sebuah mimpi tak terangkai rapi. Harapan bisa mudah hancur begitu tersentuh.
Aku mencari diriku pada halaman-halaman kenangan. Siapa tahu jika masih ada yang terbaca memulihkan semua dari awal. Tak ada tentangmu, tentang hujan atau tentang kehilangan. Semuanya tersegel seperti tak mau dibuka kembali.

Ada kamu disana. Barangkali engkau sebenarnya keping kolase yang selama ini kucari. Namun kebencian telah terangkai sempurna. Kita tak bisa begitu saja menjadi sejarah yang suatu ketika akan ditertawakan. Atau sebuah bacaan yang menyenangkan namun tak mampu disatukan.

Kepingan kolaseku telah gagal kucari. Aku menyerah. Waktu membiarkannya menjadi mimpi yang luka. Semuanya raib begitu saja.

Karena kau tahu, yang terbaik akan pergi. Jika engkau terlalu lama menanti.

Advertisements

7 thoughts on “Kepingan Kolase

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s