Sehalus Angin

image
Pinterest.com

Sengaja aku menyingkap tirai jendela,
Agar puisi bisa menengok lewat jendela kaca
Atau menyusup lewat celah-celah…
Kata-kata yang kuhirup telah kuhembuskan sekian lama
Tinggal uap yang berterbangan di udara
Menyisakan titik-titik embun dan makna yang belukar

Menit berikutnya,
Puisi-puisi kita masuk lewat jendela yang terbuka
Bersama angin yang datang dari jauh
Jarak yang mustahil kita tempuh

Kau tak akan lupa caranya berpuisi
Akan terus mahir menulis mimpi
Hanya kadang setiap hal perlu spasi…
Setiap hal perlu jeda agar lebih bermakna
Dan kau akan terus mahir menulis puisi, menulisku
Juga kisah-kisah sehalus angin yang menerobos lewat jendela kaca…

Iklan

2 thoughts on “Sehalus Angin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s