Alamanda

image

Aku melihat Alamanda tumbuh di tubuhku sendiri. Sedikit demi sedikit telah kutemukan kebahagiaan yang menyembul keluar. Jujur, aku tak lagi menghitung keberadaanmu di duniaku kini. Tak ada lagi langit dan bintang-bintangnya. Sekarang cuaca sedang tidak mendukung, sayang…

Aku tak ingin bercerita tentang kesedihanku namun aku ingin kau mengenal sahabat baikku dari Surabaya. Sahabat yang kukenal dengan baik beberapa hari ini. Kau akan jatuh cinta saat pertama bertemu dengannya. Manusia berkulit putih dengan hati selembut bunga Alamanda. Bunga yang setahun terakhir ini kucari-cari namun tak berhasil kutemukan. Dialah obat penenang yang kutemukan saat posisiku di dasar jurang. Tangannya datang mengulurkan bantuan dengan segera. Lihat aku tak membutuhkanmu lagi seperti dahulu kala.

Kau lihat, kini aku telah tumbuh tanpa ada kata-kata yang bisa menjelaskan. Aku tak lagi butuh dedikasimu untuk setia membantuku. Janji-janji yang keluar  tanpa ada perhitungan. Sudah berapa saja kata-kata terulur dan hangus jadi abu. Sudah, cukup, berhentilah berjanji. Mungkin kau lihat aku tak sama lagi. Aku beberapa kali dihantam kecewa lebih dari sebelumnya aku lebih mahir bermimpi sekarang. Perasaanku tak keruan saat itu dan hanya aku sendiri yang tahu. Aku menjadi konselor untuk diriku sendiri lantas kemudian aku sadar jika memendam iri tak semudah memendam cinta.

Kau harus tahu bahwa kau manusia paling beruntung yang lahir ke dunia. Keluargamu begitu baik dengan deretan kasih sayang yang tak henti menyambangi hidupmu. Tak perlu lagi kau bandingkan hidupmu dengan aku yang cuma  punya diriku sendiri.

Tapi sekarang lihatlah, aku temukan Alamanda tumbuh ditubuhku sendiri. Kau mungkin tak percaya jika aku bisa menjadi apapun. Alamanda tumbuhan langka berbunga kuning seperti terompet. Ia siap berbunyi merdu bagai terompet tahun baru nanti jika kebahagiaan melingkupiku. Aku tidak takut lagi. Aku adalah Alamanda yang hidup di kebunku sendiri.

Iklan

4 thoughts on “Alamanda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s