Doa Menerpa Saat Hujan Tiba

image
Pinterest.com

Dulu aku adalah manusia kontemporer yang selalu berpikir bahwa aku terlahir bukan sebagai makhluk yang beruntung. Kegagalan kerap kali hinggap dan pikiran terakhirku yang selalu terbayang adalah menyalahkan Tuhan. Kegagalan diam-diam datang. Aku tak begitu paham tentang usaha keras yang sia-sia, atau kesedihan yang merambat hingga berbulan-bulan lamanya dan hingga saat ini. Seratus enam puluh empat hari berjalan. Dan semuanya selalu terhitung sia-sia. Kadang aku ingin waktuku berhenti saja. Tak perlu ada, detik, menit apalagi hari. Dan hari ini, ketika ratusan ribu menitku telah berjalan. Ada sesuatu yang terhidang saat hujan tiba. Seperti gelombang di lautan yang menghantam keras karang atau air hujan yang mampu melunakkan batuan di atas gunung.

Hari ini aku mengikrarkan kalimatku. Bukan sebuah stigma negatif tentang hidup lagi. Aku percaya bahwa aku adalah manusia yang beruntung telah lahir ke dunia. Hidup di era modern dan bukan makhluk purba. Sebab di luar sana, banyak manusia yang mengatakan hidupku adalah surga. Banyak yang bercita-cita berdiri di posisiku. Dan aku percaya bahwa Tuhan itu adil dan baik. Dan doa-doa menerpa kala hujan tiba. Tak ada kesedihan lagi. Yang tersisa adalah doa dan usaha yang harus dituntaskan hari ini.

Selamat berjuang lagi…

Iklan

13 thoughts on “Doa Menerpa Saat Hujan Tiba

  1. berdoa tanpa berusaha itu orang malas .
    berusaha tanpa berdoa itu orang sombong .
    maka berdoa dan berusahalah karna proses tidak akan mengkhianati hasil πŸ™‚
    SEMANGAT !! πŸ˜€

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s