Berlayar

image
Pinterest.com

Kapalmu akan berlayar hari ini. Mengelilingi lautan mencari dermaga yang tepat untuk berlabuh. Aku tidak yakin perjalananmu akan berakhir singkat. Karena engkau memang tak sebegitu mudah menemukan persinggahan yang tepat. Dibutuhkan proses yang lama, hitungan hari yang cepat, juga takaran rindu yang pas untuk menciptakan kecocokan antara dirimu dengan dunia.

Hari ini engkau menahkodai kapalmu sendiri. Tanpa tahu rute perjalanan, tanpa kompas, dan tanpa arah. Sebab kau yakin berlayar ke selatan adalah pilihanmu. Setiap malam engkau timbang keinginanmu untuk menemukan keseimbangan yang mutlak. Tanpa berbekal kompas engkau berlayar ke selatan.
Kita berdua mencintai bintang selatan dan menyaksikannya tiap malam. Dengan iringan lagu dari penyanyi lokal juga secangkir Teh hangat. Namun aku masih belum yakin jika perjalananmu tak berbelok arah ke barat. Karena sedari dulu engkau ingin menemukan tempat dimana matahari tertidur dan menciptakan malam, dimana matahari berelaksasi setelah dua belas jam bekerja untuk menyinari bumi. Kalaupun engkau berbelok. Kuyakin engkau tetap menemukan tujuanmu. Meskipun dibutuhkan lebih banyak tahun dan rute lagi yang harus dilalui.

Pagi ini perjalananmu akan dimulai. Tak ada siapa-siapa yang menyiapkan. Tak ada prosesi, penyambutan ataupun doa singkat. Hanya ada dirimu sendiri yang berbekal mimpi dan mata yang belum bisa membuka sempurna karena kantuk.
Aku hanya ingin mengatakan, jangan pernah menyerah sekalipun itu badai di lautan. Meskipun itu hujan atau angin yang merusak kapalmu. Jangan menangis meski mimpimu merapuh. Sebab kau bisa menepi sejenak untuk memperbaikinya untuk kemudian memulai pelayaranmu lagi.
Jangan kembali tanpa mendapatkan apa-apa.

Advertisements

Pijar

image

Sebuah lagu harus tetap diputar. Kadang-kadang, lebih sering atau mungkin setiap hari. Katamu selalu.
Lagumu mengalun merdu perpaduan bunyi piano dan suara yang tak membentuk apa-apa kecuali irama saja. Melodinya terlalu indah dikuping hingga aku tak mampu mencerna. Sulit kuungkapkan dan aku benar-benar tak paham lagu itu bermakna sedih, bahagia, sepi atau yang lain. Namun kau selalu bilang lagumu akan berputar terus-menerus agar kau tak lupa dirimu yang dulu. Perempuan yang melahirkan banyak puisi juga cerita-cerita panjang tanpa alur. Sekarang aku mengerti.

Lagumu mengalun tanpa lirik. Hanya nyanyian yang tak membentuk huruf atau kata. Kau mempercayai bunyi irama itu seperti pijar di langit ketika awan gelap menempel disana. Pijar itu akan datang padamu seperti mukjizat atau keberuntungan. Namun engkau tak bisa memastikan apakah semuanya benar.
Dan aku hanya perlu percaya.

Memaknai Cinta

image
Pinterest.com

Ini hanya bagian dari keisengan saja saat kutanyai beberapa orang di sekitarku tentang cinta. Mereka yang telah berpengalaman disakiti, jatuh hati, merasakan bahagia hingga pada akhirnya harus terluka berkali-kali.
Cinta memiliki signifikansi yang puitis. Selalu dihubungkan dengan kebahagiaan dan kesederhanaan. Kalau ditanya cinta itu seperti apa. Aku pun tak pernah tahu. Ada hal abstrak yang tak kasat mata namun selalu menerpa. Juga diam lama di dalam hati tanpa pernah diketahui. Aku hanya ingin bilang kalau jantungku seolah memompa darah lebih cepat saat engkau datang disini. Namun mulutku terkatup tanpa menyuarakan apa-apa.

Aku ingin berkhayal sebentar. Kamu dan pacarmu entah siapa itu pasti telah bahagia tanpa perlu menyembunyikan apa-apa. Dan aku benar, aku akan jadi spesies pertama yang menolongmu saat engkau jatuh. Dan jatuhlah dengan segera.
Kau sudah tahu, jika cinta bagiku adalah membeli bunga Mawar di Pasar Kayoon. Aku tahu untuk siapa bunga itu ditujukan, aku tahu mengapa aku datang. Namun bungaku tak pernah sampai. Berakhir layu dan kering di samping jendela. Angin diam-diam menerpa dari ventilasi. Bungaku mungkin layu dan mati, namun cinta tak akan pernah. Dan aku akan tetap menjadi spesies penolongmu nanti jika kamu jatuh.