Berbakat atau Tidak?

image

Kita mungkin akan lebih dekat dan aku bisa menjangkaumu.
Atau lebih jauh hingga mataku pun tak mampu lagi menangkap posisimu.
Tapi kamu ada. Aku percaya.
Bukankah dunia kita hanya sebatas gumpalan awan yang meledak dahulu kala. Pancaran kabut plasma yang akhirnya mendingin saat kita mengembang.
Dunia kita ada. Dan aku percaya.

Kita mungkin dua manusia yang sejenak dipertemukan waktu. Dan lupa bahwa waktu juga berbatas.
Dan ketika waktu bergulir maju. Aku masih mencarimu seperti seseorang yang kehilangan dunianya.
Aku berandai-andai, apakah udara kita sama, bagaimana langit kita, atau angin yang sesekali menerpa saat aku tiada.
Kuyakini bahwa udara tetaplah ruang kosong yang didisi gas Oksigen, Karbondioksida, dan zat lain yang sebaiknya tak dihirup.
Dan langit, ia tetaplah biru meski awan sesekali menutupi warna aslinya.
Namun aku percaya. Engkau tak lagi sama. Engkau berbeda.

Waktu akan tetap bergulir maju. Perubahan akan tetap menjadi masalah konstan yang tidak dimengerti cara terbaik untuk menghadapinya.
Hidup kita masih ada. Dan aku percaya.

🌳🌳🌳🌳🌳

Catatan singkat Juni hari pertama.
Aku masih berpikir apakah aku cukup berbakat untuk menggapai mimpi, menulis puluhan buku, puisi, dan cerita-cerita pendek?

Advertisements

15 thoughts on “Berbakat atau Tidak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s