Engkau Ada

Hei,

Aku merindukanmu, seperti gurun luas yang mendambakan hujan. Meski datangnya tak pernah berwaktu. Rindu seperti ranting yang mendamba tunas daun setelah ranggas. Tapi lihatlah, semua hanya butuh waktu.

Engkau lihat, aku mampu melihatmu diantara kelip lampu kota ketika malam, di tempat yang tinggi ketika seolah bintang dan lampu-lampu itu menyatu menyajikan sebuah pemandangan spektakuler. Dan aku ingat, engkau selalu menjadi tempatku kembali, untuk bermimpi.

Dan kini, aku disini. Kembali mengerahkan tenaga ekstra. Untuk tujuan yang berlipat ganda. Meski engkau bukan satu-satunya. Setidaknya engkau ada, bersama bayangan abstrak lain yang selalu ingin kurealisasikan.

Percayalah,

Engkau selalu ada, hanya saja terkadang aku lupa. Bahwa engkau juga mimpiku.

Bahwa engkau juga tujuanku.

Malang, 2017

Iklan

Wish List

image
Pinterest.com

Netherlands,
Mendengar kata itu saja sudah bikin gemetar nggak keruan. Iya, ada sebuah wish list yang pengen saya wujudkan. Masih butuh waktu yang panjang memang. Tapi mimpi itu selalu ada, selalu terbayang-bayang setiap saat, bagaimana rasanya menikmati secangkir Teh sambil mengamati senja di Amsterdam, bagaimana rasanya mengunjungi kebun-kebun bunga disana saat musim semi tiba atau duduk di taman ketika daun-daun berguguran seperti sedang hujan.

Pasti dibutuhkan pengorbanan dan kerja keras untuk mendapat beasiswa kesana. Tapi mimpi itu, sekali lagi ingin saya cicil satu-persatu agar terasa ringan. Sedikit melangkah meskipun hanya sejengkal namun setidaknya ada perubahan posisi dan tidak stagnan di tempat saja.

Mimpi itu, akan saya wujudkan. Pasti.