Bertanya pada Kedalaman

Deus sabe o que é melhor pra mim
Pinterest.com

Kisah-kisah di buku ini tidak pernah habis. Entah kapan akan terhenti. Lajunya waktu yang selalu menentukan latar, tokoh dan juga alurnya. Kisah ini kadang sedih kadang bahagia. Meski lebih sering menampilkan luka dan air mata.

Engkau ingin berdiskusi dengan suara alam. Bertanya mengenai akhir cerita yang telah kau baca sejak belasan tahun silam. Berteriak kepada hujan yang sesekali kau terobos untuk menemukan jawaban. Dan tibalah waktu ketika hujan telah berhenti dan engkau kembali pulang tanpa membawa apa-apa.

Sesekali ingin rasanya engkau membenam ke dalam laut. Bertanya pada kedalaman. Apakah ia menyimpan jawaban tentang akhir kisah-kisahmu. Sebab tak ada seorang pun yang berusaha menemui kedalaman untuk mencari tahu.  Tapi sistem kesadaran dalam otakmu masih berfungsi, engkau ingin menemukan jawaban tanpa perlu mati. Sekarang ataupun nanti.

Engkau tak mengerti mengenai akhirmu sendiri. Lebih sering engkau lihat berbagai jenis manusia hilir mudik melewati kehidupannya menggenggam kisah mereka. Dengan segenap senyuman, sekumpulan air mata dan juga tumpukan perjuangan yang menggunung tinggi. Dan engkau masih disini, pada titik yang sama dimana biasanya engkau menangis malam-malam agar tak ada seorang pun bertanya mengapa.

Kisah-kisah di bukumu pasti akan berakhir. Entah bergema sedih atau bahagia. Kembalikan kepada waktu yang mensistem dengan sedemikian rupa. Engkau biarkan kisah-kisah di bukumu bermakna meski tanpa mendapat jawaban apa-apa. Karena hidup semestinya bergulir seperti hujan yang menemui Bumi. Apakah engkau tahu, bahwa partikel hujan pun membutuhkan proses panjang sebelum dijatuhkan ke Bumi. Dan engkau memilih untuk terus berdiskusi dengan alam. Tanpa perlu menyerah. Sekarang.

Iklan

Satu pemikiran pada “Bertanya pada Kedalaman

  1. Begitulah manusia, selalu mencari jawaban, dan meninggalkan setiap jawaban yang didapatnya satu persatu karna tak ngena di hati, atau nalarnya, maka ia terus bertanya, dari satu kisah yang tak terjawab pada kisah lain yang sungguh membuatnya semakin bertanya-tanya. Bahkan ketika kebingungannya nyaris habis, ia pertanyaan kebingungan itu sendiri. Hingga kisahnya terlalu rumit untuk dituliskan, akan berapa banyak pohon yang ditebang hanya untuk menuliskan satu per satu jawaban itu, berapa lautan tinta yang akan habis, atau paling tidak sekarang ini akan berapa byte memory elektronik yg akan terpakai. 😁

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s