Dingin

7959132dd8b0a413ba8424bcf04ae938
Pinterest.com

Malammu mendingin,

Menjadi beku ketika salju mulai turun pelan-pelan dari langit. Udara di kotamu tinggal gumpalan oksigen yang sakit ketika dihirup. Engkau mungkin mampu menghembuskan udara, tapi aku tahu ada secercah harapan yang sengaja engkau simpan, tidak ingin lagi engkau hempaskan.

Dan di tempat itu engkau terdiam. Memikirkan kira-kira kalimat apa yang bisa digunakan untuk menyatakan maksud dengan tepat. Tanpa perlu ada tanya lagi yang mengikuti setelahnya. Lalu engkau akan mulai mencoret-coret buku sketsamu, memikirkan objek yang sempurna sebagai hadiah untukku meski engkau tahu aku selalu mencintai karyamu.

Pikiranmu selalu menghadirkan bayanganku. Mungkin perasaanmu sama persis seperti udara di bulan ini yang sakit ketika dihirup namun engkau tetap harus menghirup karena ialah alasanmu untuk tetap hidup.

Barangkali, akulah udara yang engkau hembuskan namun tetap kau tarik kembali. Barangkali, akulah dingin yang membuatmu merasa kesakitan lagi dan lagi.

.

.

Malang, 28 November 2017

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Dingin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s