Menemui Laut

sun goes
Pinterest.com

Aku ingin bertemu dengan laut. Menceritakan penat yang selama ini bungkam di kepala. Aku ingin bercerita mengenai medan kehidupan yang kadang tak semulus perjalanan ombak dari tengah samudera menuju ke tepiannya.

Aku ingin menemui laut. Sendirian atau barangkali dengan satu atau dua teman saja tanpa ada manusia lain. Aku ingin merasakan aroma lautan dan terpaan angin ketika senja sudah mulai mengambang di langit. Aku akan bercerita sambil menyaksikan matahari yang mulai menyisih ke barat seiring munculnya gulita.

Wahai laut, mengertilah. Kehidupanku lebih menyakitkan dari sekedar jatuh cinta kemudian patah hati. Cerita ini terlalu kompleks dan abstrak, kuharap engkau mengerti. Barangkali aku akan menghabiskan berjam-jam untuk berdiskusi denganmu tentang kehidupan.

Apa engkau akan memahami. Aku tengah berusaha berdamai dengan keadaan. Aku tidak putus asa. Tidak juga mencari celah untuk pergi dari keadaan ini. Hanya saja terkadang beban ini terlalu berat untuk dipikul sendirian. Aku tidak pernah membutuhkan orang lain, mungkin hanya kata-kata yang bisa menguatkan agar semua beban mampu terangkat.

Wahai laut, semoga aku bisa menemuimu sesegera mungkin. Agar semua cerita ini bukan hanya kolase yang bungkam di kepala. Tahukah engkau, aku ingin melebur bersama ombakmu yang menerjang lautan tanpa ketakutan. Aku ingin menjelma anginmu yang menyusuri udara tanpa takut tersesat. Aku ingin menjadi senjamu yang tidak takut pada perpisahan.

Wahai laut, semoga engkau tengah menantiku.

Iklan

5 pemikiran pada “Menemui Laut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s