Dua Tahun

Hari ini tepat dua tahun saya menggunakan WordPress sebagai media untuk menulis. Saya tidak ingat betul kenapa waktu itu saya memilih WordPress dan blog ini untuk menulis cerita-cerita fiksi saya. Ada beberapa hal yang saya ingat tapi tidak terlalu signifikan dan alasan-alasan simple lain yang membuat tertarik untuk mengulas kembali.

Beberapa tahun yang lalu, mungkin tepatnya tiga atau empat tahun lalu. Ada sebuah blog WordPress yang selalu saya kunjungi hampir setiap hari. Tulisan-tulisan yang dibuat pemilik blog itu selalu berhasil membuat saya jatuh cinta meskipun isinya hanya puisi-puisi singkat. Karena si penulis puisi tersebut selalu mencantumkan gambar dari Weheartit.com sebagai pelengkap, saya jadi ikut terbawa suasana karena gambar yang aesthetic dan tulisan yang bagus tersebut.

Beberapa tahun kemudian setelah menyelami tulisan-tulisan yang saya kagumi di blog itu, saya memutuskan untuk punya blog sendiri dan memilih WordPress. Saya bahkan ingat betul follower pertama saya di blog ini. Memulai menulis puisi singkat sama seperti blog yang saya kagumi adalah langkah awal saya mengisi blog ini. Waktu itu saya berharap tulisan saya akan sebagus blog yang saya kagumi tersebut. Tak lupa juga saya menambahkan gambar dari Weheartit.com sebagai pelengkap. Tujuannya simple, saya harap orang yang membaca tulisan saya akan ikut merasakan perasaan yang hadir saat menulisnya.

Awal-awal blog ini saya begitu bersemangat dalam menulis dan selalu punya waktu luang. Tulisan-tulisan amatir, abstrak atau bahkan yang tidak memiliki makna sekalipun sudah jadi bagian dari blog ini. Hari ini, atau beberapa bulan yang lalu saya bahkan sangat jarang menengok blog atau content yang ditulis pemilik blog lain. Sibuk kuliah dan kegiatan kepanitiaan lain membuat saya lupa mengurusi blog. Mungkin saya akan mempublish satu atau dua content saja dalam rentang waktu sebulan.

Tepatnya setahun yang lalu saya sudah memulai sebuah proyek tulisan yang rencananya ingin saya terbitkan dalam bentuk sebuah buku. Memang tidak setiap hari saya menulis, kadang seminggu sekali, dua minggu sekali atau bahkan sebulan sekali. Menyesuaikan waktu yang ada. Tapi saya berharap tahun ini atau tahun depan atau tahun-tahun yang akan datang buku tersebut bisa kalian baca dalam bentuk cetakan.

Malang, 17 Februari 2018.

 

 

Iklan

Surut

2d7de121cec5f347f6f51d19c4283f08
Pinterest.com

Jiwamu pasti ikut bergerak bersama angin. Aku tahu, karena hidup adalah gelombang di lautan yang kadang pasang kadang surut. Menjadi air laut yang mengembang mengempis adalah kodratmu sebagai petarung. Kini engkau tak lagi takut tenggelam. Sekarang kau menjelma makhluk yang memiliki dua media pernapasan.

Matamu berkaca-kaca, tumpukan gelisah itu ingin jatuh perlahan menuju pipimu. Namun engkau tahan. Seolah linangan itu engkau hisap kembali ke matamu agar tidak jatuh. Engkau percaya linangan ini akan mengaburkanmu saat memandang dunia. Memutuskan untuk tidak menangis adalah pilihanmu menghadapi kehidupan.

Aku tidak terlalu tahu cerita-cerita apa yang kau tulis. Entah sedih entah bahagia atau campuran antara keduanya. Yang kutahu engkau tetap memilih tertawa meskipun disana ada beban yang kau seret sendirian. Karena engkau hebat, engkau mampu memikul apa saja meskipun terlihat berat.

Jiwamu sudah seirama dengan angin. Bahkan angin mengikuti pergerakanmu yang hilir mudik di udara. Aku mulai mengerti cerita-cerita yang kau tulis. Cerita abstrak yang tidak memiliki arti apapun kecuali perjuangan. Sekarang aku paham.

Engkau memilih terus bergerak, hingga pasang surut ombak tak bisa lagi mempermainkanmu.