Surut

2d7de121cec5f347f6f51d19c4283f08
Pinterest.com

Jiwamu pasti ikut bergerak bersama angin. Aku tahu, karena hidup adalah gelombang di lautan yang kadang pasang kadang surut. Menjadi air laut yang mengembang mengempis adalah kodratmu sebagai petarung. Kini engkau tak lagi takut tenggelam. Sekarang kau menjelma makhluk yang memiliki dua media pernapasan.

Matamu berkaca-kaca, tumpukan gelisah itu ingin jatuh perlahan menuju pipimu. Namun engkau tahan. Seolah linangan itu engkau hisap kembali ke matamu agar tidak jatuh. Engkau percaya linangan ini akan mengaburkanmu saat memandang dunia. Memutuskan untuk tidak menangis adalah pilihanmu menghadapi kehidupan.

Aku tidak terlalu tahu cerita-cerita apa yang kau tulis. Entah sedih entah bahagia atau campuran antara keduanya. Yang kutahu engkau tetap memilih tertawa meskipun disana ada beban yang kau seret sendirian. Karena engkau hebat, engkau mampu memikul apa saja meskipun terlihat berat.

Jiwamu sudah seirama dengan angin. Bahkan angin mengikuti pergerakanmu yang hilir mudik di udara. Aku mulai mengerti cerita-cerita yang kau tulis. Cerita abstrak yang tidak memiliki arti apapun kecuali perjuangan. Sekarang aku paham.

Engkau memilih terus bergerak, hingga pasang surut ombak tak bisa lagi mempermainkanmu.

Iklan

Satu respons untuk “Surut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s