It’s Not Your Job To Be Everything To Everyone.

YES!!!!!!!!!!!!!!!! It is the hardship of my life!!!!!!!!!!!!!!!
Pinterest.com

Bisa memahami orang lain pasti pernah jadi salah satu ekspektasi yang orang lemparkan ke kita. Tapi apa sebenarnya makna dari memahami itu sendiri. Melalui pengalaman pribadi dan studi yang berkaitan dengan psikologi saya mulai mengerti makna krusial dari Individual differences dan stigma yang selalu kita lemparkan ke orang-orang di sekitar kita.

Pada dasarnya semua manusia memang memiliki hidup yang berbeda mulai dari keluarga, masa kecil, pengalaman, kegagalan, kesedihan dan masih banyak hal lagi. Tapi kenapa setiap melihat orang lain melakukan sesuatu ada beberapa orang yang cenderung menganggap itu sebagai kesalahan. Mengapa tidak mencoba memahami latar belakang seseorang dulu lalu baru memberi saran. Mengapa ada beberapa orang secara otomatis langsung melabel buruk orang lain, otomatis menghakimi dan menghina.

Beberapa orang diciptakan dengan kapasitas berbeda. Ada orang dewasa dan matang serta bisa memahami orang lain dengan mudah. Ada yang tidak bisa memahami orang sama sekali. Anda mungkin salah satunya. Jika anda lebih pada sifat yang kedua tidak pernah kah terpikir bahwa orang lain pasti punya pertimbangan setiap melakukan hal, setiap orang punya pertimbangan dalam memilih. Dan kita dengan mudahnya langsung menghakimi begitu saja dan parahnya ada beberapa dari kita yang melakukan bullying pada orang tersebut.

Mengkaitkan dengan Teori Psikologi Individual Differences, memang setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda dalam kehidupannya oleh karena itu ada beberapa dari kita mungkin merespon stimuli dengan berbeda. Setiap orang punya kebutuhan yang berbeda jadi jika kita tidak bisa menyalahkan orang tersebut hanya karena keputusannya tidak sesuai dengan argumen kita apalagi jika keputusan tersebut tidak melanggar hak kita sama sekali.

Tapi mengapa kita begitu mudah menghakimi orang lain. Mungkin anda sering mendengar kutipan ini “Don’t judge a book by its cover”. Secara alamiah memang kita merespon lingkungan terutama lebih mudah merespon stimulus yang konkrit daripada yang abstrak. Kecenderungan menilai apa yang bisa kita lihat memang lebih besar dari pada hal abstrak seperti perasaan, suasana hati, dan hal yang tidak terlihat lain. Kita bisa melihat orang lain tertawa padahal belum tentu ia benar-benar bahagia, kita bisa melihat orang lain tersenyum padahal sebenarnya ia sedang sedih. Maka karena itu cobalah memahami orang lain karena mereka butuh dipahami, mereka butuh dihargai, dan mereka butuh didukung.

Lalu bagaimana menghadapi argumen orang yang tidak setuju pada keputusan kita. Kita tidak bisa menjadi segalanya bagi semua orang karena kapabilitas masing-masing manusia yang berbeda. Jika anda menemui teman yang selalu menghakimi keputusan anda padahal keputusan itu sudah sesuai dengan banyak pertimbangan. Anggap saja orang tersebut memang belum mature, karena dalam teori psikologi kognitif milik Jean Piaget, usia sesorang menentukan tingkat egosentrismenya, jadi semakin dewasa otomatis dia akan bisa melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain, tidak egois, serta mampu menempatkan diri. Namun karena usia tidak menentukan kedewasaan seseorang anggap saja orang tersebut memang belum sepenuhnya mature. Dan anda tidak perlu ambil pusing dalam menghadapi hal tersebut.

You can’t change how people think about you, so enough trying. Just live your life and be happy.

Malang, April 2018.

Iklan

4 pemikiran pada “It’s Not Your Job To Be Everything To Everyone.

  1. Tulisan ini bagus banget!
    Kadang kita sebagai manusia memang secara reflek suka menilai orang lain, tapi ketika hal yang sama terjadi sama kita, kita malah marah atau emosi. Susah juga menyesuaikan diri dengan sesama yang sama-sama berbeda dalam segala aspek hidup ya sama kita.
    Tulisan ini bener-bener ngingetin gue untuk lebih bisa ‘menerima’ dan belajar memahami sesama sebelum menilai. Keren!

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s