Mencari

Aku sudah lama menghidupkan hidup ini. Maju, terus bergerak, terus merangkak mencari makna yang sesungguhnya. Kegagalan demi kegagalan telah terlalui seperti angin yang begitu saja menerobos bumi. Kegagalan itu terkadang membuat gentar untuk maju. Membuat sungkan untuk tetap berjalan. Namun stagnan dan berhenti bukan pilihan yang bisa dikoleksi begitu saja.

Kadang hidup ini aneh. Mereka memintaku bersabar hingga kegagalan ini tergeser oleh waktu. Mereka bilang “kegagalan adalah bagian keberhasilan”. Terlalu mudah untuk diterjemahkan. Terlampau sulit untuk benar-benar dimaknai. Hingga saat ini aku belum berhasil menemukan kombinasi yang tepat untuk mengartikan kalimat itu.

Terkadang perjalanan terasa seperti sebuah eksperimen yang membutuhkan berkali-kali uji coba untuk menemukan hipotesis yang tepat. Sungguh ketika banyak hal yang memburai di kepala. Aku akan lupa makna hidup yang sebenarnya. Kegagalan membuatku takut bereksperimen. Kegagalan membuatku gentar mengambil resiko untuk mencari makna perjuangan yang sesungguhnya.

Tidak pernah ada teori yang tepat tentang hidup. Jika ada, mereka pasti sedang berhalusinasi. Hidup terlalu sukar untuk dikaitkan dengan teori. Hidup adalah persepsi yang kadang tidak sesuai dengan ekspektasi. Satu hal yang aku tahu.

Aku benci gagal. Mungkin satu dua kali tidak terlalu ketara. Tapi kegagalan yang bertubi-tubi membuat takut untuk bereksperimen lagi. Entah bagaimana cara mengobati luka karena gagal. Obat itu masih misteri panjang. Untukku.

Aku belajar untuk tidak takut. Belajar berpijak pada kenyataan bahwa terkadang perjalanan tidak semulus air yang mengalir menuju laut. Aku masih mencari titik kulminasi itu. Mencari makna hidup, mencari arti kegagalan yang selalu buat bungkam. Aku tahu. Hidup itu sulit, hidup itu tidak mudah, dan hidupku salah satu yang penuh kegagalan.

Iklan